Ini ada beberapa hal yang bisa dijadikan pertimbangan ketika ingin menentukan apakah pasangan kamu itu bener-bener jodoh kamu atau bukan…?
1. Kamu nggak perlu orang lain untuk bersenang-senang kalo udah sama DIA.
Bila kamu dulu waktu belum punya pacar suka kemana-mana selalu perginya ramai-ramai bersama teman atau keluarga. Dan kamu punya banyak kelompok teman. Di setiap kelompok pertemanan selalu ada yang memang orangnya asyik banget, seru, lucu, heboh, tapi ada juga yang baper-an, dan pendiam. Nah kalo sedang pergi sama teman-teman nih pasti yang jadi pertanyaan adalah apakah si teman yang asyik itu ikutan pergi atau nggak?
Kalo dia nggak ikutan soalnya pasti jadi kurang seru acara kumpul-kumpulnya…
Nah kalo kamu sudah ketemu jodoh kamu, kamu sudah nggak perlu pusing mikirin ada orang lain yang asyik itu ikutan pergi atau nggak. Kamu pergi berdua sama pasangan kamu itu sudah pasti seru dan asyik punya deh. Nggak perlu ada orang lain yang bikin jadi lebih asyik. Pergi berduaan sama pasangan kamu selalu jadi acara yang menyenangkan. Serasa dunia milik berdua gitu deh..
2. Kamu merasa nyaman sama DIA.
Kalau pergi sama teman kadang harus melihat situasi dan kondisi. Kalau kita ingin ngomong atau mau berbuat apa. Soalnya orang kan beda-beda karakternya. Ada yang gampang tersinggung, ada yang memang suka main ledek-ledekan, ada yang pendiam sok jaim, ada yang begini dan begitu, macam-macam deh… Jadi kita juga harus berhati-hati supaya nggak dianggap nggak asyik atau nggak sopan atau nggak tahu etika, dll, dst.
Nah kalo kamu sudah ketemu jodoh kamu, kamu itu sudah nggak akan pernah merasa terlalu pusing dengan segala macam itu..
Jadilah diri kamu sendiri. Kamu bisa bicara apa saja, mau jadi apa saja, semuanya bebas. Kamu nggak perlu memikirkan kepribadian mana yang keluar dan mana yang tersembunyi. Semua boleh keluar secara bersamaan. Intinya nggak perlu jaim gitu…
Pemikiran ekstrimnya : Bahkan kamu sudah nggak malu-malu untuk kentut atau ngupil di depan DIA… Tapi ya lihat sikon sih… 😝
3. Kamu nggak merasa beban kalau sedang bersama DIA.
Kalau kamu sudah ketemu jodoh kamu, kamu nggak akan pernah merasa terbebani kalo sedang bersama dia. Nggak pernah merasa pusing mau kemana atau berbuat apa. Nggak pernah bingung mencari topik pembicaraan. Selalu saja ada bahan pembicaraan yang seru untuk diutarakan. Malah pada saat akhir pekan, waktu kamu bersama dia selalu berjalan terlalu cepat bahkan sampai-sampai banyak hal-hal yang kamu ingin lakukan bareng dia sampai nggak terealisasi mulu!
Pemikiran ekstrimnya : Bahkan setelah kamu ketemuan sama dia seharian penuh pun kamu langsung rasanya rindu kepengin ketemu sama dia lagi, lagi.. lagi.. dan lagi.. Kamu pun selalu masih punya cerita yang belum sempet kamu ceritakan kepada dia, dan bahkan setelah bertemu saat akhir pekan pas baru hari Seninnya saja kamu sudah punya segudang acara untuk rencana akhir pekan yang akan datang dan yang akan datang lagi dan yang akan datang lagi. Pokoknya kamu tuh suka banget dan jadi selalu ingin ketemu sama dia. Nggak ada tuh kepikiran : duh.. ntar ketemu dia mau ngomong apa ya atau mau kemana ya atau enaknya ngapain ya? 😋
Pemikiran ekstrimnya : Kalau pasangan kamu itu jodoh kamu, rasanya kamu udah nggak perlu bersama teman lagi! Hehehe.. Duh bukannya kamu merasa nggak perlu punya teman ya sekarang… tapi walaupun kita nggak punya temen, tapi yah kamu baik-baik saja kok karena sudah bersama pasangan kamu…
4. Kamu bisa mentoleransi kekurangan DIA.
Semua orang bila dekat dengan lawan jenisnya, pasti ada saja deh cacat dan kekurangannya di mata kita. Yang begini lah, begitu lah. Yah memang nggak ada orang yang sempurna kan.. Kita pun harus sadar bahwa semua orang tidak ada yang sempurna. Tapi entah kenapa selalu ada saja yang membuat pusing atau menganggu kita dengan cacat dan kekurangan pasangan kita.
Nah kalo kamu sudah ketemu jodoh kamu, melihat cacat-cacat dan kekurangan-kekurangan dia tuh rasanya yah bisa ditolerir dengan nggak apa-apa saja lah.. Masih bisa diterima dan dimaklumi.. Paling diingetin saja, atau kalau perlu coba diomongin untuk diubah. Tapi nggak akan membuat kamu jadi hilang rasa dengan pasangan kita.
Pemikiran ekstrimnya : Kalau melihat pria lain sedang bersendawa pas si dia lagi makan, pasti pasangan kita langsung eneg dan jijik deh. Tapi kalo saya yang bersendawa, paling pasangan kita cuma ngoceh saja.. "udah dibilangin jangan bersendawa kalau aku lagi makan!" Tapi pasangan kita tetap mau makan juga kok walaupun cacat pasangannya terlihat…. Hahaha…
5. Kamu sama DIA adalah satu team.
Namanya juga manusia ya, nggak mungkin ada yang 100% persis sama. Bahkan orang kembar pun ada perbedaannya. Nah kalo kamu sudah bertemu jodoh kamu, perbedaan-perbedaan itu bukan jadi bahan untuk berantem tapi justru jadi saling melengkapi satu sama lain supaya menjadi lebih baik, contohnya : Seseorang typical pemikir sementara pasangan kita typical orang yang lebih cuek dan berani. Perbedaan pemikiran ini sebenarnya bener-bener bisa membantu lho dalam mengambil keputusan. Bayangin kalo nggak ada masukan-masukan yang bersifat lebih cuek dan berani, bisa-bisa nggak ada kemajuan apa-apa dong ya…
Buat pertimbangan nih: kalau dalam suatu permasalahan, orang tua kamu meminta kita melakukan A, sementara orang tua pasangan kamu meminta melakukan B. Yang mana yang kamu turuti?
Kalo kamu sudah ketemu jodoh kamu, kamu nggak akan berantem gara-gara perbedaan seperti itu. Permasalahan perbedaan seperti ini malah jadi bahan diskusi dan pencerahan serta kalian akan melakukan C! C ini bisa jadi sama dengan A, bisa jadi sama dengan B, bisa jadi nggak sama dengan A maupun B. Tapi yang pasti C ini adalah hasil kesepakatan kalian berdua. Dan kalian berdua sama-sama bertanggung jawab untuk menjelaskan hal ini ke orang tua masing-masing.
6. Kamu mulai memikirkan tentang masa depan bersama DIA.
Kalau kamu melamun tentang masa depan, kamu selalu melihat dia ada disitu. Nggak perlu sampai jauh kemana-mana, misalnya saja sudah mikirin nanti kalau menikah ingin bagaimana, ingin tinggal dimana (kalo sekarang tinggalnya beda kota), ingin tinggal rumah sendiri atau ikut orang tua, ingin punya anak berapa, nanti anaknya bakal dikasih nama apa, sekolahnya dimana, masuk kuliah jurusan apa… dll.. dst..
Kalau kamu sudah ketemu jodoh kamu, nggak perlu diminta, pasti hal-hal yang terkait masa depan selalu muncul dalam topik pembicaraan. Tentang bagimana mengelola keuangan bersama, tentang bagaimana kehidupan rumah tangga nantinya dan lain sebagainya. Nggak perlu ada yang dipaksa atau disuruh, topik-topik tentang masa depan pasti jadi hal yang menarik buat kalian berdua.
7. Kamu Takut Kehilangan DIA.
Cemburu itu penting, asal jangan over posesif cemburu buta.
Tapi kalo kamu sudah ketemu jodoh kamu, nggak perlu dibuat-buat cemburu itu akan keluar natural dengan sendirinya.
Begitu juga dengan rasa posesif, asal tetap bisa direm, jangan sampai keterlaluan.. Kamu jadi selalu ingin tahu dia lagi dimana, apakah dia baik-baik aja… Soalnya kamu takut kalau sampai ada apa-apa sama dia. Kamu jadi perhatian sama dia. Kalo dia bukan jodoh kamu, pasti kamu nggak terlalu pedulikan dia mau berbuat apa dan kenapa-kenapa kek… Cuek.. Masa bodoh..
Pemikiran ekstrimnya: coba kamu sekali-sekali bayangin kalo dia meninggal dunia. Amit-amit deh ya… ini cuma membayangkan lho. Gimana perasaan kamu bila pasangan kamu meninggal dunia? Apakah sedih doang? Apakah kamu juga merasa ingin mati saja? Apakah kamu merasa ah gampang, tinggal cari gantinya aja… kan di luar sana masih banyak kok…hehehe..
8. Kamu nggak akan pernah mikir kalau kamu bakal bosan sama DIA.
Kalau kamu sudah ketemu jodoh kamu, kamu nggak akan pernah sekalipun terlintas pertanyaan-pertanyaan ini:
- Duh gimana coba rasanya setiap bangun pagi melihatnya dia lagi dia lagi?
- Heran ya kok bisa ada orang yang menikah sampai 50 tahun?
- Gimana kalo saya nanti ketemu perempuan atau pria yang lebih baik dari dia?
- Apa saya nggak bakal mual ya ngeliat dia mulu selama 24 jam?
- Kalau nanti dia udah beranjak tua, keriput, dan penyakitan saya bakal masih suka nggak ya sama dia?
Percayalah, hal-hal tsb nggak akan pernah terlintas!
9. Kamu rela berkorban demi DIA.
Berkorban itu nggak selalu harus yang heroik gimana kok, tapi bisa dimulai dari hal yang kecil-kecil.
Misalnya kamu rela hujan-hujanan karena payungnya dipakai sama dia. Dan itu bukan karena sok gentleman aja lho, tapi memang deep inside, kamu nggak mau dia sampai sakit. Atau kamu rela mengantarkan dia belanja ke Mangga Dua karena dia ada keperluan mendesak walaupun sebenarnya kamu sebal banget sama tempat itu. Sekali lagi bukan cuma karena kamu mau sok gentleman tapi daripada dia perginya naik taksi atau bus yang nggak aman, jadi kamu nggak tega dan merasa lebih baik kamu yang mengantar dampingi dia saja…
Pemikiran ekstrimnya: kadang boleh mikir yang rada heroik, misalnya kalau pasangan kamu lagi menyebrang jalan dan kamu lihat ada mobil lagi ngebut, apakah kamu akan mendorong dia supaya dia selamat tapi dengan konsekuensi kamu yang ketabrak?
Hiiiiyyy serem ya pemikirannya, tapi ya itu kan sekedar pemikiran saja… Cuma untuk menguji seberapa kadar kerelaan berkorban yang kamu punya terhadap pasangan kamu…
10. Dan yang terakhir tapi juga sangat penting, Buat kamu, DIA itu menarik secara seksualitas.
Nggak perlu dibahas dan dikasih contoh lah… Hal ini jelas sangat penting!