Kamis, 09 Juni 2016

Let See YOU..

Sudah 9 hari berlalu dari waktu ulang tahun usia pernikahan kami yang baru menginjak sangat junior. Walaupun usia pernikahan kami masih terbilang junior tapi sebenanrnya kami sudah mengarungi biduk pengalaman berumah tangga dalam hitungan puluhan tahun. Tapi tetap saja, untuk memulai sesuatu yang baru itu kami harus membayar dengan pembelajaran yang sangat mahal harganya.
 
Hmmm... Salah satu penghalang kebahagiaan bagi kami adalah belenggu masa lalu dan beban hidup di masa depan yang penuh teka teki.
 
Kejadian-kejadian yang menyesakan dada dan menguras daya pikiran kami diselimuti bayang-bayang gelap di masa lalu dan bayang-bayang kelabu yang belum terjadi di masa mendatang. Hal-hal inilah yang acap kali merenggut kecerian dan kebahagiaan kami. Merasa hidup dalam tekanan masa lalu dan kekhawatiran akan hal yang bisa terjadi di masa mendatang yang penuh pesimisme.

Perumpamannya adalah, bila ada seorang istri hidup dalam tekanan kegelisahan karena peristiwa selingkuh yang dilakukan suami di masa lalu, dan ketakutan akan berulangnya perselingkuhan suami di masa yang akan datang. 

Demikian pula seorang suami bisa berada dalam situasi depresi karena perilaku buruk istri di masa lalu dan kekhawatiran akan berulangnya perilaku buruk istri di masa mendatang. 

Hal itu berlaku pula untuk konteks ekonomi. Suami dan istri bisa mengalami guncangan akibat persoalan ekonomi yang menghimpit mereka di masa lalu, serta ketakutan akan muncul problem yang sama di masa mendatang.

Di titik ini rupanya kita perlu belajar dari balita. Mereka bisa ceria dan bahagia karena tidak memiliki beban yang membelenggu di masa lalu, tidak pula punya beban yang membelenggu atas hal-hal yang belum terjadi di masa mendatang. 

Mereka fokus pada apa yang ada di waktu sekarang, pada momen saat ini, pada sesuatu yang tidak memberikan beban.

Ingin situasi kehidupan saya bersama pasangan dalam kondisi selalu baik-baik saja, penuh limpahan rasa bersyukur kepada Allah SWT dan berusaha menikmati manis pahitnya perjalanan hidup kami. Ingin rasanya selalu bisa menepis untuk tidak mengungkit hal buruk di masa lalu dan jangan membayangkan hal buruk yang belum terjadi saat ini. 

Tidak bisa dipungkuri bahwa situasi kehidupan saya bersama pasangan dalam kondisi kurang baik saat ini. Bisikan malaikat untuk tetap bersabarlah dan teruslah berusaha untuk memperbaiki diri adalah secercah harapan dalam mempertahankan rumah tangga yang dilandasi kerapuhan atas kebohongan dan pengkianatan sebuah kepercayaan.
 
Ingin rasanya hati ini tidak membebani diri dengan segala hal yang telah berlalu, dan segala hal yang belum terjadi. Tapi apalah daya saya karena tetap saja saya ini hanya manusia biasa yang tak luput dari khilaf dan ketidaksempurnaan... Hanya memohon kekuatan doa kepada Allah SWT agar semua hal buruk dapat kami lalui dengan baik. Insha Allah..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar