Jumat, 28 Oktober 2016

APAKAH PASANGAN KAMU MEMANG JODOH KAMU ATAU BUKAN ?

Ini ada beberapa hal yang bisa dijadikan pertimbangan ketika ingin menentukan apakah pasangan kamu itu bener-bener jodoh kamu atau bukan…?

1. Kamu nggak perlu orang lain untuk bersenang-senang kalo udah sama DIA.

Bila kamu dulu waktu belum punya pacar suka kemana-mana selalu perginya ramai-ramai bersama teman atau keluarga. Dan kamu punya banyak kelompok teman. Di setiap kelompok pertemanan selalu ada yang memang orangnya asyik banget, seru, lucu, heboh, tapi ada juga yang baper-an, dan pendiam. Nah kalo sedang pergi sama teman-teman nih pasti yang jadi pertanyaan adalah apakah si teman yang asyik itu ikutan pergi atau nggak?

Kalo dia nggak ikutan soalnya pasti jadi kurang seru acara kumpul-kumpulnya…

Nah kalo kamu sudah ketemu jodoh kamu, kamu sudah nggak perlu pusing mikirin ada orang lain yang asyik itu ikutan pergi atau nggak. Kamu pergi berdua sama pasangan kamu itu sudah pasti seru dan asyik punya deh. Nggak perlu ada orang lain yang bikin jadi lebih asyik. Pergi berduaan sama pasangan kamu selalu jadi acara yang menyenangkan. Serasa dunia milik berdua gitu deh..

2. Kamu merasa nyaman sama DIA.

Kalau pergi sama teman kadang harus melihat situasi dan kondisi. Kalau kita ingin ngomong atau mau berbuat apa. Soalnya orang kan beda-beda karakternya. Ada yang gampang tersinggung, ada yang memang suka main ledek-ledekan, ada yang pendiam sok jaim, ada yang begini dan begitu, macam-macam deh… Jadi kita juga harus berhati-hati supaya nggak dianggap nggak asyik atau nggak sopan atau nggak tahu etika, dll, dst.

Nah kalo kamu sudah ketemu jodoh kamu, kamu itu sudah nggak akan pernah merasa terlalu pusing dengan segala macam itu..

Jadilah diri kamu sendiri. Kamu bisa bicara apa saja, mau jadi apa saja, semuanya bebas. Kamu nggak perlu memikirkan kepribadian mana yang keluar dan mana yang tersembunyi. Semua boleh keluar secara bersamaan. Intinya nggak perlu jaim gitu…

Pemikiran ekstrimnya : Bahkan kamu sudah nggak malu-malu untuk kentut atau ngupil di depan DIA… Tapi ya lihat sikon sih… 😝

3. Kamu nggak merasa beban kalau sedang bersama DIA.

Kalau kamu sudah ketemu jodoh kamu, kamu nggak akan pernah merasa terbebani kalo sedang bersama dia. Nggak pernah merasa pusing mau kemana atau berbuat apa. Nggak pernah bingung mencari topik pembicaraan. Selalu saja ada bahan pembicaraan yang seru untuk diutarakan. Malah pada saat akhir pekan, waktu kamu bersama dia selalu berjalan terlalu cepat bahkan sampai-sampai banyak hal-hal yang kamu ingin lakukan bareng dia sampai nggak terealisasi mulu!

Pemikiran ekstrimnya : Bahkan setelah kamu ketemuan sama dia seharian penuh pun kamu langsung rasanya rindu kepengin ketemu sama dia lagi, lagi.. lagi.. dan lagi.. Kamu pun selalu masih punya cerita yang belum sempet kamu ceritakan kepada dia, dan bahkan setelah bertemu saat akhir pekan pas baru hari Seninnya saja kamu sudah punya segudang acara untuk rencana akhir pekan yang akan datang dan yang akan datang lagi dan yang akan datang lagi. Pokoknya kamu tuh suka banget dan jadi selalu ingin ketemu sama dia. Nggak ada tuh kepikiran : duh.. ntar ketemu dia mau ngomong apa ya atau mau kemana ya atau enaknya ngapain ya? 😋

Pemikiran ekstrimnya : Kalau pasangan kamu itu jodoh kamu, rasanya kamu udah nggak perlu  bersama teman lagi! Hehehe.. Duh bukannya kamu merasa nggak perlu punya teman ya sekarang… tapi walaupun kita nggak punya temen, tapi yah kamu baik-baik saja kok karena sudah bersama pasangan kamu…

4. Kamu bisa mentoleransi kekurangan DIA.

Semua orang bila dekat dengan lawan jenisnya, pasti ada saja deh cacat dan kekurangannya di mata kita. Yang begini lah, begitu lah. Yah memang nggak ada orang yang sempurna kan.. Kita pun harus sadar bahwa semua orang tidak ada yang sempurna. Tapi entah kenapa selalu ada saja yang membuat pusing atau menganggu kita dengan cacat dan kekurangan pasangan kita.

Nah kalo kamu sudah ketemu jodoh kamu, melihat cacat-cacat dan kekurangan-kekurangan dia tuh rasanya yah bisa ditolerir dengan nggak apa-apa saja lah.. Masih bisa diterima dan dimaklumi.. Paling diingetin saja, atau kalau perlu coba diomongin untuk diubah. Tapi nggak akan membuat kamu jadi hilang rasa dengan pasangan kita.

Pemikiran ekstrimnya : Kalau melihat pria lain sedang bersendawa pas si dia lagi makan, pasti pasangan kita langsung eneg dan jijik deh. Tapi kalo saya yang bersendawa, paling pasangan kita cuma ngoceh saja.. "udah dibilangin jangan bersendawa kalau aku lagi makan!" Tapi pasangan kita tetap mau makan juga kok walaupun cacat pasangannya terlihat…. Hahaha…

5. Kamu sama DIA adalah satu team.

Namanya juga manusia ya, nggak mungkin ada yang 100% persis sama. Bahkan orang kembar pun ada perbedaannya. Nah kalo kamu sudah bertemu jodoh kamu, perbedaan-perbedaan itu bukan jadi bahan untuk berantem tapi justru jadi saling melengkapi satu sama lain supaya menjadi lebih baik, contohnya : Seseorang typical pemikir sementara pasangan kita typical orang yang lebih cuek dan berani. Perbedaan pemikiran ini sebenarnya bener-bener bisa membantu lho dalam mengambil keputusan. Bayangin kalo nggak ada masukan-masukan yang bersifat lebih cuek dan berani, bisa-bisa nggak ada kemajuan apa-apa dong ya…

Buat pertimbangan nih: kalau dalam suatu permasalahan, orang tua kamu meminta kita melakukan A, sementara orang tua pasangan kamu meminta melakukan B. Yang mana yang kamu turuti?

Kalo kamu sudah ketemu jodoh kamu, kamu nggak akan berantem gara-gara perbedaan seperti itu. Permasalahan perbedaan seperti ini malah jadi bahan diskusi dan pencerahan serta kalian akan melakukan C! C ini bisa jadi sama dengan A, bisa jadi sama dengan B, bisa jadi nggak sama dengan A maupun B. Tapi yang pasti C ini adalah hasil kesepakatan kalian berdua. Dan kalian berdua sama-sama bertanggung jawab untuk menjelaskan hal ini ke orang tua masing-masing.

6. Kamu mulai memikirkan tentang masa depan bersama DIA.

Kalau kamu melamun tentang masa depan, kamu selalu melihat dia ada disitu. Nggak perlu sampai jauh kemana-mana, misalnya saja sudah mikirin nanti kalau menikah ingin bagaimana, ingin tinggal dimana (kalo sekarang tinggalnya beda kota), ingin tinggal rumah sendiri atau ikut orang tua, ingin punya anak berapa, nanti anaknya bakal dikasih nama apa, sekolahnya dimana, masuk kuliah jurusan apa… dll.. dst..

Kalau kamu sudah ketemu jodoh kamu, nggak perlu diminta, pasti hal-hal yang terkait  masa depan selalu muncul dalam topik pembicaraan. Tentang bagimana mengelola keuangan bersama, tentang bagaimana kehidupan rumah tangga nantinya dan lain sebagainya. Nggak perlu ada yang dipaksa atau disuruh, topik-topik tentang masa depan pasti jadi hal yang menarik buat kalian berdua.

7. Kamu Takut Kehilangan DIA.

Cemburu itu penting, asal jangan over posesif cemburu buta.

Tapi kalo kamu sudah ketemu jodoh kamu, nggak perlu dibuat-buat cemburu itu akan keluar natural dengan sendirinya.

Begitu juga dengan rasa posesif, asal tetap bisa direm, jangan sampai keterlaluan.. Kamu jadi selalu ingin tahu dia lagi dimana, apakah dia baik-baik aja… Soalnya kamu takut kalau sampai ada apa-apa sama dia. Kamu jadi perhatian sama dia. Kalo dia bukan jodoh kamu, pasti kamu nggak terlalu pedulikan dia mau berbuat apa dan kenapa-kenapa kek… Cuek.. Masa bodoh..

Pemikiran ekstrimnya: coba kamu sekali-sekali bayangin kalo dia meninggal dunia. Amit-amit deh ya… ini cuma membayangkan lho. Gimana perasaan kamu bila pasangan kamu meninggal dunia? Apakah sedih doang? Apakah kamu juga merasa ingin mati saja? Apakah kamu merasa ah gampang, tinggal cari gantinya aja… kan di luar sana masih banyak kok…hehehe..

8. Kamu nggak akan pernah mikir kalau kamu bakal bosan sama DIA.

Kalau kamu sudah ketemu jodoh kamu, kamu nggak akan pernah sekalipun terlintas pertanyaan-pertanyaan ini:
  • Duh gimana coba rasanya setiap bangun pagi melihatnya dia lagi dia lagi?
  • Heran ya kok bisa ada orang yang menikah sampai 50 tahun?
  • Gimana kalo saya nanti ketemu perempuan atau pria yang lebih baik dari dia?
  • Apa saya nggak bakal mual ya ngeliat dia mulu selama 24 jam?
  • Kalau nanti dia udah beranjak tua, keriput, dan penyakitan saya bakal masih suka nggak ya sama dia?

Percayalah, hal-hal tsb nggak akan pernah terlintas!

9. Kamu rela berkorban demi DIA.

Berkorban itu nggak selalu harus yang heroik gimana kok, tapi bisa dimulai dari hal yang kecil-kecil.

Misalnya kamu rela hujan-hujanan karena payungnya dipakai sama dia. Dan itu bukan karena sok gentleman aja lho, tapi memang deep inside, kamu nggak mau dia sampai sakit. Atau kamu rela mengantarkan dia belanja ke Mangga Dua karena dia ada keperluan mendesak walaupun sebenarnya kamu sebal banget sama tempat itu. Sekali lagi bukan cuma karena kamu mau sok gentleman tapi daripada dia perginya naik taksi atau bus yang nggak aman, jadi kamu nggak tega dan merasa lebih baik kamu yang mengantar dampingi dia saja…

Pemikiran ekstrimnya: kadang boleh mikir yang rada heroik, misalnya kalau pasangan kamu lagi menyebrang jalan dan kamu lihat ada mobil lagi ngebut, apakah kamu akan mendorong dia supaya dia selamat tapi dengan konsekuensi kamu yang ketabrak?

Hiiiiyyy serem ya pemikirannya, tapi ya itu kan sekedar pemikiran saja… Cuma untuk menguji seberapa kadar kerelaan berkorban yang kamu punya terhadap pasangan kamu…

10. Dan yang terakhir tapi juga sangat penting, Buat kamu, DIA itu menarik secara seksualitas.

Nggak perlu dibahas dan dikasih contoh lah… Hal ini jelas sangat penting!







Selasa, 25 Oktober 2016

Aku Bukanlah Bidadari..

Aku Bukanlah Bidadari…
Yang turun dari surga untuk kau nikahi..
Aku tak sempurna, melainkan penuh dengan lumuran dosa..
Aku tak cantik, secantik para idola zaman sekarang yang mementingkan penampilan..
Aku tak modis, semodis para wanita lainnya yang elegan dalam bermode fashionita…

Aku tak se-sexy dan semontok Sarah Azhari ataupun Jupe yang lekuk tubuhnya mudah merangsang libido kaum Adam..
Aku pun tak se-eksis para perempuan kekinian yang sekarang eforia mengikuti trend zaman..
Karena aku bukan mereka..


Aku tidaklah sempurna, hanya akan berusaha untuk mencapai kesempurnaan..
Yang sederhana dengan apa yang aku punya..
Yang tak seindah bidadari di syurga..
Yang tak sekaya dan semulia ibunda Khadidjah ..
Yang tak secerdas dan setakwa ibunda Aisyah..
Yang tak sesabar dan selembut ibunda Fatimah..
Ataupun yang tak secantik ibunda Zulaikha..
Aku bukanlah perempuan sempurna….
Namun aku akan belajar dari mereka..


Aku hanyalah perempuan akhir jaman yang berusaha menjadi pribadi lebih baik..
Pribadi yang belajar makna ikhlas utk berbuat baik..
Pribadi yang hanya mengharap keridhoanNya.
Pribadi yang hanya mementingkan kemulian hanya kepadaNya..
Prbadi yang mengharapkan cinta kasihNya..
Pribadi yang sederhana..


Namun, memiliki harapan besar untuk menjadi seseorang yang bermanfaat..
Karena aku bukanlah bidadari yang engkau elu-elukan..
Aku hanyalah perempuan biasa yang jauh dari kesempurnaan..
Karena yang Maha Sempurna hanyalah Allah SWT.

Rabu, 19 Oktober 2016

Kepada Diriku Di Masa Lalu

Kekasih di masa depanku adalah kamu..

Bersamamu sudah cukup membahagiakanku lebih dari yang kau doakan..

Menyertaimu & mendampingimu lebih jauh dari apa yang kamu cemaskan..

Detik-detik yang terluka saat bersamamu selalu dapat menggiringku untuk selalu mencintaimu..

Mencemari hati melarut.. pupus.. tak kala kau mengatakan sangat mencintaiku..

Melumuri relung dengan cintamu.. itu sudah cukup bagiku untuk bisa tersenyum mencintaimu..

Kamu adalah yang terakhir dengan rasa yang tak akan berakhir..

Untuk apa yang pertama, bila engkau kuyakini menjadi yang terakhir membuat senyummu di kepala berlipat-lipat ganda..

Untuk apa yang pertama, karena afirmasi kuyakini engkau adalah yang terakhir membuat kedua dan ketiga tidak pernah ada..

Karena kamu adalah jawaban terakhirku, yang akan aku pilih berkali-kali. Sampai mati..

Jumat, 30 September 2016

Sepi Itu Feel Empty & Lonely..

Sepi adalah feel empty and lonely.. 

Feel empty & lonely itu menyebalkan dan menyakitkan..


Raga ini ingin berbagi tanpa harus dibuat tersudutkan dengan argumen-argumen yang mencari pembenaran atas kesalahan yang dibuat..
Bila ada tempat untuk bisa memuntahkan semua rasa penat yang menggerogoti isi kepala..

Jiwa ini merindukan hati sebagai tempat mengurai sepi..
Pelabuhan yang bisa menambatkan segala cerita imaji yang inginnya menjadi nyata..

Merepetisi asa tentang pengharapan positif yang selalu diterima negatif oleh orang terdekat adalah sesuatu yang mencabik-cabik dada... 


Setiap tapak langkahku seperti dirantai dalam kegelapan laut mati..
Jika seseorang benar-benar mencintai kita dengan tulus ikhlas, maka dia yang mau bersedia secara sabar untuk banyak mendengarkan dan menjadi sandaran hati atas obat penawar sepi..

Dia akan bisa selalu berusaha hadir menemani sepi walaupun tahu semua kekuranganmu, tapi dia tetap lebih memilih bersamamu walaupun banyak godaan didepan mata yang lebih menggiurkan pesona indra penglihatan.. Dia tidak akan meninggalkanmu dalam sepi..

Wahai Pemilik Kehidupan,
Jangan biarkan Kesepian, kekosangan, kehampaan dan kesendirian ini membuatku tersesat dalam rasa kehilangan yang mematikan..
Dan jangan biarkan rasa sepi ini menjadi sakit yang tak bernalar..

Awal, akhir …
Tawa, tangis …
Cinta, benci …
Isi, kosong …
Benar, salah …

Terang, gelap ...
Suka, duka ...
 
Banyak pergulatan, pertentangan, penyangkalan dan berakhir dengan kehampaan... 


Selasa, 27 September 2016

Demi Masa.. Waktumu Kenapa Begitu Sedikit Untuk Ku ?

Baru Sabtu dan Minggu Kita bertemu, tapi nanti Senin pagi pasti Suamiku sudah harus berangkat tugas lagi... 

Hal ini sudah rutin berulang selama hampir 3 tahun kami menikah.. Kami bersama hanya 10% dari 365 hari setahun.. Bahkan kebersamaan Kami mungkin bisa kurang dari 10%. Sedih sekali perasaan ini yang selalu membuncah dengan keadaan seperti ini. Sebelum menikah Suamiku memang sudah menyampaikan bahwa Ia akan banyak menghabiskan waktu dinas ke luar kota. Namun apa yang disampaikan Suamiku sebelum menikah tentang waktu jam terbangnya tidak sepahit realita yang kurasakan setelah menikah. Setiap kebersamaan Kami rata-rata hanya 2 hari (Sabtu dan Minggu) dalam seminggu tapi itu pun tidak menutup kemungkinan akan lebih singkat lagi waktu kebersamaan diriku bersama Suamiku. Hal ini disebabkan karena terkadang ada tugas mendadak atau problem Kita yang menurut suamiku lebih baik memilih mengatasi problem dengan menghindari diriku. Yah, kadang-kadang kami hanya sehari bertemu dalam seminggu.. Bahkan pernah hampir 2 bulan kami tidak bertemu hanya karena Suamiku merasa ingin muhasabah... Lelah dan sangat nelangsa bila Aku membahas terlalu sedikitnya waktu yang diberikan Suamiku kepada diriku...

Ya Allah.. Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang, Yang Maha Pemurah dan Maha Pemberi Rezeki, Yang Maha Mendengar dan Maha Memperkenankan Doa.. Dengan segala ketulusan hati hamba.. Mohon jaga dan lindungi hati Suami dan hamba pada saat kami sedang berada jauh satu sama lain.. 

Suamiku memang sedang mencari rejeki-Mu untuk keluarga dan kepentingan bersama dengan orang-orang di Kampung 99. Tapi Ya Allah.. Menurutku wajar bila Aku berkeinginan agar Suamiku lebih peduli dengan meluangkan waktu lebih banyak untuk kebersamaan Kami. Aku hanya bisa berdoa, lindungilah Suamiku dalam setiap langkah kakinya agar apa yang Ia lakukan selalu berada di jalan-Mu dan jauhkan Suamiku dari segala godaan syetan yang terkutuk yang dapat menggoyahkan iman dan taqwa Suamiku kepadaMu.

Ya Allah ya Rabb.. Mudahkanlah segala urusan-urusan Suamiku..
Ya Allah ya Rabb.. Jagalah mata, hati, jiwa dan pikirannya dari godaan-godaan syetan yang terkutuk yang selalu mengajak Suamiku kepada kemungkaran.. 
Ya Allah ya Rabb.. Jagalah dan lindungi hamba sampai Ia kembali ke sisi kami.. 

Aamiin Yaa Rabbal 'Alamiinn..


Kalau Suami lagi tugas di luar kota, jujur Aku sangat sedih karena merasa kesepian dan nggak ada tempat curhat untuk berbagi kisah suka duka..

Mau tidak mau Aku hanya bisa curhat kepada Allah Yang Maha Mendengar..

Yang bisa menjaga Suamiku hanya Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang.. 
Kalau Suami lagi di luar kota, paling betah curhat sama Allah.. 
Hhhmm.. intinyaaa...., semua Aku serahkan kepada Allah.. Sesungguh-Nya Dia Dzat Yang Maha Mendengar dan Maha Memperkenankan Doa HambaNya..

Doa Kepada Suamiku..


Ya Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang...

Walau dalam benak Suamiku sering kali Ia merasa bahwa Aku ini kurang bersyukur memilikinya..  Tapi Allah adalah Dzat Yang Maha Mengetahui segala isi hati hambaNya.. Allah pasti mengetahui bahwa sejatinya Aku bersyukur karena Suamiku menjadikan hamba Istrinya.


Ya Allah Yang Maha Pemurah dan Maha Pemberi Rejeki..

Mudahkanlah selalu urusan pekerjaan Suami hamba..
Bukakanlah pintu rejeki bagi Suami hamba dari segala penjuru..
Limpahkanlah dan lapangkanlah rejeki Suami hamba yang Engkau ridhoi dan berkahi untuk Ia nafkahkan kepada kami..

Turunkanlah rejekiMu apabila masih berada di langit..
Keluarkanlah rejekiMu apabila masih berada di bawah tanah, dasar laut, sungai, maupun danau..
Dekatkanlah rejekiMu apabila masih jauh dan mudahkanlah apabila masih sulit..
Aamiin Aamiin Aamiin Ya Rabbal 'Alamiinn..

Hadirkan selalu Allah diantara Kami, niscaya pernikahan Kami akan harmonis dan samara.. Insyaa Allah..


Pernikahan yang bahagia itu bukanlah pernikahan yang tak pernah ada masalah, tapi.., bagaimana pasangan menyikapi dan mengambil hikmah dari setiap masalah dan perbedaan yang ada, serta memperbaiki segala kesalahan yang pernah dilakukan.. Yang terpenting adalah berusaha memaafkan dengan ikhlas setiap ada kekhilafan yang terjadi.. Nah untuk hal memaafkan inilah yang masih Aku harus tingkatkan kualitasnya supaya Aku bisa lebih legowo ikhlas memaafkan kesalahan Suami..

Minggu, 25 September 2016

Semoga Lelaki Itu Kamu.. Suamiku..


Lelaki sejati tidaklah diukur dari seberapa banyak ia telah menaklukkan hati wanita..


Tidak pula diukur dari seberapa banyak ia memiliki wanita dalam hidupnya..

Dan tidak pula diukur dari seberapa banyak wanita yang berusaha memperebutkannya..

Akan tetapi ia adalah seorang lelaki..

Yang mampu menolak cinta banyak wanita hanya demi seorang wanita yang dicintainya..

Yang mampu meneguhkan hatinya hanya demi seorang wanita yang dicintainya..

Yang mampu memuliakan dan menjaga hati seorang wanita yang dicintainya..

Dan yang mampu untuk selalu setia hati hanya untuk seorang wanita yang dicintainya..

Ketika ia telah berketetapan hati untuk menjatuhkan pilihan kepada seorang wanita..

Maka hanya dialah satu-satunya wanita yang akan menjadi pendamping hidupnya..

Yang akan selalu disayanginya sampai ajal memisahkan mereka..

Insyaa Allah...

Kisah Cinta Kita

Kisah Cinta Jawir dan Nuri ibarat sebuah dongeng. Kisah nyata ini dimulai 25 tahun yang lalu ketika Jawir bertemu Nuri di usia belia 16 tahun. Mereka bertemu di satu kegiatan ektra kurikuler di satu SMA.

Jawir menjadi sahabat Nuri, ia sering menjadi tumpuan tempat Nuri bercerita berbagai hal, baik suka maupun duka. Sebenarnya sudah ada sedikit benih cinta dalam diri Jawir kepada Nuri. Akan tetapi Nuri tidak terlalu mengindahkan pesona Jawir yang menghipnotis banyak kaum Hawa, Nuri hanya menganggap Jawir sebagai Kakak.  

Seiring waktu berjalan takdir berkehendak lain, setelah bertahun-tahun terpisahkan oleh kisah cinta masing-masing yang lain, akhirnya Jawir dan Nuri bisa mempersatukan cinta sejati mereka dalam ikatan yang sakral.. Insyaa Allah perjalanan biduk rumah tangga mereka senantiasa dalam lindungan dan ridho Allah SWT. Aamiin..

Sabtu, 18 Juni 2016

Aku Hanya Sedikit Lelah Saja Yaa Allah..

Aku hanya sedikit lelah saja Yaa Allah, aku tidak meminta Engkau ringankan ujianku, karena aku yakin semakin besar Engkau menguji hambaMu, semakin kuatlah pula hambaMu dalam menghadapi ujian dariMu. Bolehkah aku mengeluh? sedikit saja Yaa Allah, selama ini aku tidak pernah mengeluh akan ujian yang Engkau berikan kepadaku, aku selalu menjalaninya walau tangisan tidak pernah bisa nampak di depan orang lain. Air mataku hanya bisa tumpah tak terbendung pada saat kubersimpuh mengadu atas semua ujianMu.
 
Tapi kali ini berbeda, aku tidak kuat lagi untuk tidak mengeluh kepadaMu Yaa Allah, kepada siapa lagi aku menuangkan keluh kesah ini, tidak ada yang mau mendengarkan, tidak ada yang peduli, hanya Engkaulah yang dekat denganku. Ujian yang Engkau berikan selalu dapat aku lewati berkat kemudahan yang Engkau berikan, hanya saja lulus dengan nilai yang tidak sempurna, aku masih sering berburuk sangka kepadaMu.
 
Tahun ini masih setengah lagi akan berakhir, tapi tahun ini sangatlah berat Yaa Allah, dari beberapa pekerjaanku yang tidak berjalan baik, banyak rintangan, promilku tertunda karena sibuknya berjibaku dengan seribu urusan, hubungan dengan beberapa orang yang aku anggap dekat menjadi menjauh dan usaha merintis usaha tidak berjalan sebagaimana yang kurencanakan. Ujian apalagi yang akan Engkau berikan kepadaku Yaa Allah? sedangkan ujianMu yang lain belum bisa kuselesaikan. Kenapa ujian ini datang secara bertubi-tubi? Aku bahkan hampir lupa cara tersenyum tulus tanpa beban kepada lingkungan di sekitarku.  
 
Ketika orang bertanya kepadaku apa yang paling membahagiakan dalam hidupmu? Aku selalu berpikir lama sekali, karena aku tidak ingat apa yang membuatku bahagia. Tetapi ketika orang bertanya hal apa yang paling menyedihkan dalam hidupku? Banyak jawaban yang keluar dari mulutku. Aku hampir lupa cara berbahagia. Aku bukannya tidak mensyukuri apa yang Engkau berikan, aku hanya ingin bertanya kenapa Engkau memberikan ujian-ujian berat ini kepadaku? Yakinkah Kau Yaa Allah aku bisa melewatinya? Aku sendiri bahkan tidak yakin Yaa Allah, aku hanya menjalani yang Engkau berikan saja. Jawablah Yaa Allah, buatlah aku tersenyum. Ampunilah segala dosa-dosaku selama ini, ampuni aku karena kata-kataku yang berkeluh kesah kepadaMu. Maafkanlah ketidaktahuan diriku akan rencanaMu di masa yang akan datang. Aku selalu berdoa kepadaMu setiap malam, “Jika hidup yang terbaik untukku, maka tolong kuatkanlah diriku dalam menghadapi ujian-ujianMu saat ini dan berikutnya, tapi jika kematianlah yang terbaik untukku, maka tolong Yaa Allah, janganlah Engkau murka kepadaKu tapi jemputlah aku dalam keadaan "baik" (khusnu khotimah).
 
Setiap malam sebelum tidur, aku selalu berdoa kepada Allah SWT, untuk memberiku senyuman esok hari, senyuman yang tulus tanpa beban. Tapi belum pernah aku merasakan senyum yang setulus-tulusnya senyum dalam menjalani hari-hariku. Aku hanya berpikir positif, mungkin belum saatnya. Sekali lagi maafkanlah diriku Yaa Allah. Aku yakin Alah SWT akan memberiku senyum lagi pada hari yang indah dan pada waktu yang tepat.

Rabu, 15 Juni 2016

Cukuplah Allah bagiku.. Cukup Allah.. Cukup Allah saja..


Dulu, dulu sekaalii.. shalat, puasa, ibadah sunnah yang lain bukan karena Allah SWT.. Astagfirullah :(

Kalo shalat Tahajjud niatnya untuk hajat.. Hajat "saya" mau apa2, diminta disitu.. Dilancarkan usahanya, dilindungi, dimudahkan semuaanya..
 
Sama halnya shalat dhuha, niatnya bukan karena Allah :( Sebaliknya, supaya Allah memudahkan segala urusan saya..
 
Allah memang mengabulkan semuaaanya..

Allah mendengar doa-doa saya..
 
Alhamdulillah, semua yang "saya" inginkan mendapat kelancaran, bahkan sangaattt lancaarrr..
 
Ternyata.. Ternyata saya salah. Cara saya SALAH.
 
Allah Murka..
 
Allah Cemburu..
 
Kenapa saya mencintai diri saya melebihi dari saya mencintai kepada Allah SWT ? Saya hanyalah hamba yang begitu dicintaiNya, hamba yang begitu dikasihiNya, diberikan semuaaa yang diminta, tapi mengapa cintanya justru lebih besar pada makhluk ciptaanNya?
 
Beberapa bulan terakhir ini Allah menegur saya..
 
Beberapa kejadian sebelum bulan Ramadhan adalah cara Allah mengingatkan hati saya, bahwa seharusnya ibadah benar-benar HANYA UNTUK ALLAH SWT SAJA.. Subhanallah.. Allah selalu punya cara tersendiri untuk menegur hambaNya agar hamba itu bener-bener NGEH!
 
Semoga Allah mengampuni segala dosa saya dan dosa keluarga saya.. Semoga Allah senantiasa memberi kami petunjuk agar senantiasa berada di jalanNya..
 
Sekarang mau apa-apa.. Niatnya harus hanya karena Allah SWT semata dan biarkan hanya Allah SWT saja yang mengetahui ibadah saya.. Yang terpenting adalah semua ibadah bukan karena permintaan hanya untuk kepentingan "saya" tapi harus hanya karena Allah SWT..
 
 



Kamis, 09 Juni 2016

Let See YOU..

Sudah 9 hari berlalu dari waktu ulang tahun usia pernikahan kami yang baru menginjak sangat junior. Walaupun usia pernikahan kami masih terbilang junior tapi sebenanrnya kami sudah mengarungi biduk pengalaman berumah tangga dalam hitungan puluhan tahun. Tapi tetap saja, untuk memulai sesuatu yang baru itu kami harus membayar dengan pembelajaran yang sangat mahal harganya.
 
Hmmm... Salah satu penghalang kebahagiaan bagi kami adalah belenggu masa lalu dan beban hidup di masa depan yang penuh teka teki.
 
Kejadian-kejadian yang menyesakan dada dan menguras daya pikiran kami diselimuti bayang-bayang gelap di masa lalu dan bayang-bayang kelabu yang belum terjadi di masa mendatang. Hal-hal inilah yang acap kali merenggut kecerian dan kebahagiaan kami. Merasa hidup dalam tekanan masa lalu dan kekhawatiran akan hal yang bisa terjadi di masa mendatang yang penuh pesimisme.

Perumpamannya adalah, bila ada seorang istri hidup dalam tekanan kegelisahan karena peristiwa selingkuh yang dilakukan suami di masa lalu, dan ketakutan akan berulangnya perselingkuhan suami di masa yang akan datang. 

Demikian pula seorang suami bisa berada dalam situasi depresi karena perilaku buruk istri di masa lalu dan kekhawatiran akan berulangnya perilaku buruk istri di masa mendatang. 

Hal itu berlaku pula untuk konteks ekonomi. Suami dan istri bisa mengalami guncangan akibat persoalan ekonomi yang menghimpit mereka di masa lalu, serta ketakutan akan muncul problem yang sama di masa mendatang.

Di titik ini rupanya kita perlu belajar dari balita. Mereka bisa ceria dan bahagia karena tidak memiliki beban yang membelenggu di masa lalu, tidak pula punya beban yang membelenggu atas hal-hal yang belum terjadi di masa mendatang. 

Mereka fokus pada apa yang ada di waktu sekarang, pada momen saat ini, pada sesuatu yang tidak memberikan beban.

Ingin situasi kehidupan saya bersama pasangan dalam kondisi selalu baik-baik saja, penuh limpahan rasa bersyukur kepada Allah SWT dan berusaha menikmati manis pahitnya perjalanan hidup kami. Ingin rasanya selalu bisa menepis untuk tidak mengungkit hal buruk di masa lalu dan jangan membayangkan hal buruk yang belum terjadi saat ini. 

Tidak bisa dipungkuri bahwa situasi kehidupan saya bersama pasangan dalam kondisi kurang baik saat ini. Bisikan malaikat untuk tetap bersabarlah dan teruslah berusaha untuk memperbaiki diri adalah secercah harapan dalam mempertahankan rumah tangga yang dilandasi kerapuhan atas kebohongan dan pengkianatan sebuah kepercayaan.
 
Ingin rasanya hati ini tidak membebani diri dengan segala hal yang telah berlalu, dan segala hal yang belum terjadi. Tapi apalah daya saya karena tetap saja saya ini hanya manusia biasa yang tak luput dari khilaf dan ketidaksempurnaan... Hanya memohon kekuatan doa kepada Allah SWT agar semua hal buruk dapat kami lalui dengan baik. Insha Allah..

Rabu, 08 Juni 2016

Bila Saya Terdzolimi

“Hati-hatilah terhadap doa orang yg terdzalimi, krna tidak ada suatu penghalang pun antara doa tersebut dan Allah.”(HR Bukhar
 
Bila saya terdzalimi atau teraniaya oleh orang-orang yang dzalim, maka saya tidak perlu berputus asa menghadapi keperkasaan dan kekuatan penganiayaan orang-orang terhadap saya. Karena mereka orang-orang yang terdzolimi dijanjikan oleh Allah untuk mendapat pembelaan, perlindungan, dan pertolongan guna melawan penganiaya itu. Cara memperoleh jaminan tersebut adalah dengan selalu bersabar dan terus memohon kekuatan dengan tak putus-putus berdoa kepada Allah agar para penganiaya itu mendapat adzab dan siksa dari Allah sehingga mereka tidak merajalela berbuat kezhaliman ditengah masyarakat.
 
Karena itu, saya seharusnya tidak meremehkan senjata kekuatan doa sebagai sarana untuk melawan kedzaliman orang-orang yang berbuat dzalim, karena permohonan doa orang-orang yang terdzalimi cepat atau lambat akan dikabulkan oleh Allah SWT. Sebaliknya, orang-orang yang suka menganiaya seharusnya takut dan berhati-hati menghadapi orang-orang yang teraniaya, karena orang-orang yang teraniaya itu pasti dibela dan dilindungi oleh Allah. Permohonan apa saja untuk penganiayanya akan dikabulkan oleh Allah SWT.
 

HUKUM MENDOAKAN KEBURUKAN ATAS ORANG DZALIM

Pada dasarnya, dibolehkan bagi orang yang terdzalimi dan teraniaya untuk membela dirinya salah satu bentuknya adalah dengan mendoakan keburukan atas orang yang mendzaliminya.

Allah Ta’ala berfirman,

لَا يُحِبُّ اللَّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلَّا مَنْ ظُلِمَ وَكَانَ اللَّهُ سَمِيعًا عَلِيمًا
“Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Nisa’: 148)

Ibnu Abbas berkata tentang ayat ini: “Allah tidak suka seseorang mendoakan keburukan untuk selainnya, kacuali ia dalam keadaan dizalimi. Allah memberikan keringanan baginya untuk mendoakan keburukan atas orang yang menzaliminya.dan itu ditunjukkan oleh firman-Nya, “Kecuali oleh orang yang dianiaya.” (namun), jika bersabar maka itu lebih baik baginya. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir terhadap ayat di atas)

وَلَمَنِ انْتَصَرَ بَعْدَ ظُلْمِهِ فَأُولَئِكَ مَا عَلَيْهِمْ مِنْ سَبِيلٍ
“Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri sesudah teraniaya, tidak ada suatu dosa pun atas mereka.” (QS. Al-Syuura: 41)

. . . dibolehkan bagi orang yang dizalimi dan dianiaya untuk membela dirinya salah satu bentuknya adalah dengan mendoakan keburukan atas orang yang mendzaliminya. . .

Namun, apakah ini yang terbaik baginya? Tidak. Jika ia membalas kepada orang yang mendzaliminya dengan doa keburukan, maka ia tidak mendapat apa-apa karena ia telah mendapatkan apa yang ia inginkan (kepuasan).
Berbeda jika doanya dengan niatan agar orang-orang tidak lagi menderita akibat kejahatannya, maka ia mendapat pahala dengannya. Terlebih jika niatnya untuk menghilangkan kedzaliman, menegakkan syariat Allah dan hukum-Nya, maka pahala yang didapatkannya lebih banyak.

Namun, jika ia bersabar, memaafkan, dan membalas keburukan dengan kebaikan maka ia mendapat pahala yang besar di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala,

فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ
“Maka Barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah.” (QS. Al-Syuura: 40)

Maksudnya: Allah tidak akan menyia-nyiakan sikapnya itu di sisi-Nya. Tetapi Allah akan memberikan pahala yang besar dan balasan baik yang setimpal. Disebutkan dalam hadits shahih, “Tidaklah Allah menambah kepada hamba melalui maaf yang ia berikan kecuali kemuliaan.” (HR. Muslim)

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ
“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.” (QS. Fushshilat: 34-35)

Maksud “Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik,” adalah: apabila ada orang yang berbuat buruk kepadamu baik dengan perkataan atau perbuatan, maka balaslah dengan kebaikan. Jika ia memutus hubungan denganmu, maka sambunglah. Jika ia menzalimimu maka maafkan ia. Jika membicarakan keburukanmu – baik di depan atau di belakangmu- maka jangan engkau balas, tapi maafkan ia dan bebicara kepadanya dengan lemah lembut. Jika ia mengucilkanmu dan tidak mau berbicara denganmu, maka berbicaralah yang baik dan mulailah berilah salam kepadanya.

Tidaklah taufiq Allah ini diberikan kecuali kepada orang-orang yang sabar atas keburukan yang ia dapatkan dan menyikapinya dengan sesuatu yang Allah cinta. Karena sifat dasar manusia –inginnya- membalas keburukan dengan keburukan agar terpuasaan. Ia tidak mau memberikan maaf. Tapi sifat dalam ayat ini sangat istimewa, bukan hanya maaf yang ia berikan, tapi membalas keburukan dengan memberikan kebajikan. Ia sadar bahwa membalas keburukan dengan keburukan tidaklah mendatangkan kebaikan untuk dirinya, khususnya di akhirat. Sementara jika ia berbuat baik kepadanya, kebaikannya itu akan tetap dicatat kebaikan.

Bersikap seperti di atas tidaklah akan merendahkan martabatnya, tetapi sebaliknya, Allah akan meninggikannya dengan akhlak mulia tersebut. Allah akan meninggikan derajatnya di dunia dan akhirat karena mulianya akhlak yang ia tampilkan.
Wallahu Ta’ala A’lam.

Aku Adalah .................

Aku adalah seorang perempuan yang sudah memasuki usia lebih dari 40 tahun pada saat memulai menulis blog ini. Aku yang masih terus berjuang mencari makna hidup, arti napas, yang masih  perlu belajar mencari arti kehadiran demi kehadiran dalam suka dan duka dan kepergian demi kepergian dalam tangis maupun senyum..
 
Aku adalah perempuan di ladang kehidupan yang memiliki berbagai banyak bentuk benda dan mahluk yang mengisi ladang kehidupanku ini. Apapun yang semua kumiliki karena pecinta ILLAHI kepadaku seorang hamba yang hanya senoktah kecil dari lebih 5 Milyar hamba yang lain di bumi fana ini.
 
Aku adalah perempuan yang sedang mencoba belajar tentang arti IKHLAS, arti SABAR, arti MENCINTAI dan DICINTAI, arti MEMAAFKAN, arti TAWAKAL, arti ISTIQAMAH, arti TIADA-ADA-TIADA-ADA, bukankah tak ada yang abadi di bumi fana ini, bahagia tak abadi, deritapun tak abadi, dan insya ALLAH apa yang kutulis disini bisa memberi sedikit pencerahan berbagi pengalaman untuk mencintai dan mengobati luka sekaligus dan yang pasti aku sedang mencari ridho ILLAHI pemilik nafas diriku agar ketika aku pulang, mudahkanlah sakaratul maut untuk diriku..